Tak hanya sekedar niat…

“Ah, yang penting kan niatnya menghadap kiblat…” celetuk seorang teman ketika kami ngobrol tentang masalah perubahan arah kiblat yang sedang rame jadi topik pembicaraan beberapa minggu lalu. Ngomong-ngomong soal perubahan arah kiblat, saya jadi bingung…kenapa baru sekarang MUI ribut mempersoalkannya? Dari SD juga saya udah tau kalo kiblat bagi orang Indonesia itu bukan di Barat, tapi beberapa derajat ke Barat Laut. Saya rasa semua orang yang sudah pernah liat peta dunia juga tau itu. Makanya saya sering heran dengan kebanyakan orang Indonesia yang menentukan kiblat searah dengan tempat tenggelamnya matahari. Bersyukur juga dibesarkan di lingkungan keluarga Muhammadiyah yang selalu lebih terdepan dalam masalah Tarjih.

Kembali ke celetukan teman saya tadi. Nggak sedikit orang yang sering berpendapat sama. Gak hanya soal kiblat, tapi ibadah-ibadah lainnya. Yang penting niat. Oke, dalam semua ibadah niat memang penting. Niat adalah pondasi yang mengokohkan ibadah kita kepada ALLAH SWT. Hadist Rasulullah SAW sendiri mengatakan :

“Sesungguhnya amal perbuatan itu berdasarkan niatnya. Dan sesungguhnya setiap urusan itu sesuai dengan apa yang diniatkan…”

Sebenarnya hadistnya masih panjang, tapi otak yang amat cetek ini hanya ingat sampai di situ. Daripada salah nulis..hehe*alesyan*

Tapi niat saja tidak cukup, jika tidak diaplikasikan dengan perbuatan nyata. Meski dalam hal kebaikan itu, niat kita sudah dihitung oleh ALLAH. Namun ada baiknya selain memperbaiki niat, kita juga berusaha semaksimal mungkin mengamalkan ibadahnya dengan benar. Jangan asal mengerjakan, hanya mengikuti apa yang orang lain lakukan. Lebih bagus lagi kalau kita mencari tahu sendiri. Baca buku, bertanya ke orang yang lebih berilmu. Apalagi sekarang lebih enak dengan mudahnya akses informasi, tinggal tanya Om Gugel. Banyak hal-hal sepele yang mungkin seringkali kita anggap remeh, misalnya cara wudhu dan bersuci lainnya, syarat sah sholat, puasa, dan lain-lain. Gak mau kan kalo ternyata di hari kemudian tiba-tiba timbangan pahala kita jadi ringan karena ternyata ibadah kita selama di dunia dikali nol akibat kita mengerjakannya asal-asalan? Semoga ALLAH mengampuni semua kekeliruan kita selama ini. Amin

Jadi intinya, marilah kita terus sama-sama belajar dan mencari ilmu. Saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan, agar tidak jadi orang yang merugi*tssahhh..*. Bentar lagi Ramadhan tiba, semoga jadi momentum yang baik buat meningkatkan kualitas iman dan ibadah kita semua. Oh iya, sebelum masuk bulan Suci ini saya memohon maaf kepada teman-teman sekalian atas segala dosa dan khilaf selama ini. Baik yang tidak disengaja apalagi yang disengaja, secara tidak langsung atau yang live, hehe… ALLAH saja Maha Pemaaf, jadi kenapa kita begitu angkuh untuk saling memaafkan? Maaf lahir batin ya….semoga Ramadhan kali ini jadi bulan penuh barokah bagi kita semua. Amin ya Robbal Alamin..Marhaban yaa Ramadhan!!!