Ramadhan Kali Ini….

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan merasakan nikmatnya Ramadhan. Tanpa terasa sudah masuk hari ketujuhbelas, 14 hari lagi lebaran…wkwkwk.

Begitu banyak hal yang berbeda dengan Ramadhan kali ini. Kalau tahun-tahun lalu, kebanyakan buka puasa bersama teman-teman di kampus, di luar, atau terpaksa buka di tempat kerja, kali ini lebih banyak di rumah. Kebersamaan dengan teman-teman kampus semakin jarang. Yah, kebanyakan sudah sarjana dan mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing.

Yang paling terasa waktu buka puasa angkatan hari Rabu kemarin. Biasanya, setiap tahunnya buka puasa angkatan diorganisir oleh kaum Hawa di angkatan kami yang hanya 20an orang. Mulai dari nagih duit sumbangan, belanja bahan makanan, masak makanan dan ta’jilnya sendiri*biar hemat*, mengurus semua keperluan, sampe acara bersih-bersih. Cowok-cowok yang lebih dominan itu paling cuma bantu-bantu menyediakan sarana transportasi, perlengkapan, publikasi, dan bersih-bersih. Tapi tahun ini, dengan sangat terpaksa para cowok harus mengambil alih semuanya. Inilah hasil dari emansipasi, karena cewek-ceweknya kerja di kantor, jadi cowok-cowoklah yang harus ngurus makanan. Antara lucu dan memprihatinkan,wkwkwk.

Soal sumbangan boleh beres, makanan juga sudah dipesan di katering. Yang jadi masalah adalah, siapa yang bikin es buahnya? Berhubung paket catering dengan ta’jil mahal, dan gak mungkin cowok-cowoknya yang bikin. Karena prihatin dan merasa ada tanggung jawab moril*yaelah, bahasanya* saya pun membantu dan berkoordinasi dengan teman cewek lain yang kira-kira masih bisa ikut membantu.

Waktu itu kebetulan lagi ada di kampung halaman. Jam 8 pagi*dengan mata masih segaris* saya meluncur ke kota Daeng naik mobil angkutan antarkota yang sopirnya kek baru belajar bawa mobil. Duduk di belakang, pas di atas ban belakang mobil, ditambah jalanan Barru-Maros yang sedang dalam perbaikan, lengkap sudah penderitaanku. Rasanya mual sangat, seperti abis naik Kora-Kora. Sampai di Makassar jam 10 langsung ke rumah, janjian ma Scott*sang ketua panitia* di terminal Kue. Kirain dia cuma berdua ma Aan yang bawa mobil, ternyata eh ternyata…ada Ijul ma Rama juga. Jadinya seperti perawan di sarang penyamun, beli kue dikawal oleh 4 orang bodyguard, wkwkwk. Penjual kuenya aja pake senyam-senyum tak jelas begitu ngeliat kami. Habis itu ke rumah ngambil barongko*pesanan athir* yang sengaja dibawa dari kampung. Trus lanjut ke Top Mode beli bahan es buah dan air minum gelas, masih dengan formasi yang sama. Ternyata di sana Nutrijell melonnya habis, dan gak ada gelas dan sendok buat es buah, jadinya cuma beli air ma agar-agar, bahan es buah yang lain sudah dibeli ma Scott semalam. Perjalanan pun berlanjut, sambil diiringi lagu-lagu hits versi akustik milik Sabrina dan lagu Justin Bieber*idola sang sopir*. Singgah di Abdi Agung, Alhamdulillah dapat gelas es buah beserta sendoknya dengan harga lumayan murah. Tinggal berburu nutrijell melon. Nyari ke Carrefour Tamalanrea, ternyata gak jual sebungkuspun…heran, masa Carrefour nda lengkap gini???Eh, ujung-ujungnya malah dapat di Makro, swalayan kecil di jalan masuk BTN Antara. Gak peduli harganya agak mahal..yang penting dapat. Next destination adalah rumahnya Adi, mau minjem barang-barang ma Tante, mulai dari piring, panci, sampe pisau. Habis itu ke kampus ngedrop Rama ma Ijul. Kemudian bertiga ma Aan n Scott menuju lokasi acara Buka Puasa.

Jam menunjukkan pukul 02.00 siang. Setelah cuci muka*yang mulai butek* dan sholat, langsung terjun ke dapur buat masak agar-agar, sendiri. Sempat dihinggapi rasa sedih. Jam segini biasanya dapur sudah rame oleh teman-teman Volckerwatiku yang sibuk memasak sambil ngerumpi, tapi hari ini mereka sudah tidak ada lagi di sini. Untungnya tidak lama, Mutiah muncul, disusul dengan Ukhti Mursyidah. Paling gak, saya gak keliatan bego sendirian beraksi di dapur dan sesekali mendapat tatapan ‘prihatin tapi gak bisa bantu’ dari teman-teman cowok yang baru datang,hikzz…Dan untungnya lagi, ada bala bantuan dari adek-adek 09 yang dengan senang hati membantu, hurray…bisa meluruskan kaki dulu nih…Capek sejam berdiri depan kompor.

yang sibuk ngurus makanan...
yang ini malah sibuk maen game...
yang ini sibuk berpose...

Jam 5.00 sore, teman-teman mulai berdatangan. Masih dengan pakaian dinasnya masing-masing. Ada yang langsung mengambil bagian dengan mengatur kue-kue di piring dan mengurus makanan, dll, ada yang cuma duduk-duduk santai kek tamu agung. Es buahnya sudah jadi, makanan dari catering sudah datang, kue-kue sudah dihidangkan, tamu-tamu mulai berdatangan, dan akhirnya Adzan Maghrib pun berkumandang. Alhamdulillah….

Es Nutrijell melon serut ala Cheff Ismi & cheff Mutiah
barongko...
kue...kue...
hidangan buka puasa...

Overall, semuanya terbilang lancar. Walaupun sempat kecewa dengan nasi kateringnya yang gak memuaskan; ada yang nasinya setengah masak, ada yang telurnya bau, ada yang ayamnya cuma tulang*pantes murah*. Tapi dimaklumilah, namanya juga cowok yang handle,hehehe. Persediaan makanan cukup, bahkan berlebih. Perut kenyang, hati senang. Terbayarlah semua rasa lelah tadi siang. Seperti biasa, tiap kali kumpul-kumpul begini pasti didominasi oleh acara futu-futu dan gila-gilaan. Ngerumpi, bercanda, ketawa sampe ngakak. Ah, seandainya masih bisa kek gini tiap hari….

nasi katering yang murah,meriah, menc*et

Banyak kisah, banyak cerita, tentang teman-teman seperjuanganku yang kini mulai beranjak dewasa*halah*. Tapi tidak banyak yang berubah. Seperti kata Athir, Bappo yang cakep tapi aneh yang masih cari jodoh dan tak laku-laku, Abank yang masih tetap jadi yang paling baik hati dan rajin membantu, Aan yang masih setia jadi Pak sopir dan membangga-banggakan Bone-nya, Scott dengan ‘calla’an-nya yang lucu dan kadang sadis, Ramos yang tetap pendiam tapi peduli, Syawal yang banyak omong teori tapi kadang gak ada bukti, Athir yang selalu sibuk foto-foto dan suka makan barongko, Aa yang kalem dan baik hati bawa kue, Daul yang makin bondeng, Cheris yang tetap rame, Acce yang selalu bertanggung jawab sebagai 01 kami, Rama yang selalu sibuk, Ifah yang semakin keibuan setelah jadi nyonya, Muti, Cida, dan Ria, ukhti-ukhti baik hati yang rajin di dapur, Dian Nas yang masih setia menampung kami yang selalu nebeng pulang di mobilnya, anak-anak cowok yang masih ribut membicarakan teman-teman dengan gebetannya masing-masing, mereka semua dengan karakter dan pembawaannya sendiri. I love them so much…

yang paling sibuk..
yang juga sibuk...
pace 01, yang amat sangat sibuk...
tuan rumah...
Pak Sopir...
foto dulu...
jeunk jeunk...
jeunk jeunk lagee....
jenk-jenk bersama adek-adek...

Inginnya kebersamaan seperti ini tak pernah berakhir. Tapi apa mau dikata, life goes on…Akhirnya setelah acara cuci piring dan bersih-bersih. Kami para cewek-cewek pulang, berlima ma Athir, Ria, n Cida di mobil Dian. Muti bawa motor sendiri. Dan yang lain sepertinya sudah pulang duluan dengan pembonceng masing-masing. Hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan bisa berkumpul bersama teman-teman lagi. Yang sepertinya ke depannya akan semakin jarang. Banyak hal yang saya dapatkan hari ini, tentang hidup, tentang persahabatan, tentang kebersamaan, tentang berbagi. Dan yang paling penting adalah tentang Cinta dan Kasih Sayang secara universal. Love is more giving and less expecting….Cinta yang sebenarnya adalah memberi dan terus memberi tanpa mengharapkan balasan, seperti cinta Sang Khalik kepada hambaNya yang tak pernah bertepi. Thank YOU, ALLAH for everything…^^

*Special for Dian Risna, Nanna, dan teman-teman lain di luar sana yang tidak sempat hadir…semoga bisa sedikit mengobati rindu..*

:foto dicomot dari pesbuknya Athir: