Negeri van Oranje

Buku ini bercerita tentang perjalanan lima anak manusia yang terdampar di negeri penjajah Belanda , Lintang, Banjar, Daus, Wicak, dan Geri. Mereka berlima adalah mahasiswa asal Indonesia yang sedang studi untuk meraih gelar Magister di Belanda, dipertemukan oleh badai dan kretek di stasiun Amesfort. Pertemuan itu kemudian membuat mereka dekat dan menjalin persahabatan.

Lintang, cewek manis, periang, pintar masak, rajin ikut sanggar tari tradisional sejak kecil dikarenakan kedua ortunya yang nasionalis. Banjar, esmud, seorang marketer perusahaan rokok terkemuka di tanah air, ambisius dan pekerja keras. Daus, PNS Departemen Agama, anak betawi asli, cucu kiai yang polos dan lugu, tapi sangat nasionalis. Wicak, cowok penjelajah, staf di salah satu LSM Internasional yang menangani isu Illegal Logging. Dan Geri, cowok blasteran dengan ketampanan yang membuat ketiga sahabatnya turun pasaran, baik, tajir, perhatian, ramah, tapi ternyata menyimpan suatu rahasia besar tentang dirinya. Lintang kemudian menamai mereka sebagai Aagaban.

Tinggal di kota yang berbeda di Belanda, membuat mereka lebih banyak berinteraksi di dunia maya, lewat YM dan milis. Tapi sesekali mereka bertemu, saat wiken atau pada momen-momen tertentu. Tidak hanya bercerita tentang persahabatan, tapi juga tentang percintaan dan kehidupan mereka selama di Belanda. Bagaimana mereka menyambung hidup, menempuh jarak beberapa kilo sehari dengan sepeda, kehidupan akademik mahasiswa S2 yang lumayan bikin gegar otak, sampai tentang budaya dan kehidupan di negeri Belanda.

Buku ini mengajak kita jalan-jalan keliling beberapa kota di Belanda. Lengkap dengan cerita mengenai tempat-tempat objek wisata , serta tips tips untuk hidup aman dan nyaman di negeri kincir angin tersebut. Kalo saya bilang sih, must read buat kamu yang suka baca cerita travelling atau yang pengen ke Belanda. Dengan cara bercerita yang lucu dan anak muda banget, dijamin gak akan bosan baca buku ini. Sesekali dilengkapi dengan data mengenai sejarah dan fakta tentang hal-hal yang diceritakan oleh penulis. Tapi kadang-kadang saya jadi ngakak sendiri baca beberapa komen di footnotenya yang malah gak nyambung dan sama sekali ga penting, wkwkwk. Tapi jangan salah, di balik cerita yang dikemas secara ringan, kita juga diajak merenung dan berpikir tentang nasionalisme dan idealism sebagai anak muda, generasi penerus bangsa,ceilahh…Pokoknya Teope BegeTe deh!!!

Abis baca buku ini saya jadi banyak mikir. Mengingat-ingat lagi tujuan hidup dan mimpi-mimpi saya. Semangat untuk kuliah S2 yang pernah padam jadi menyala kembali. Malah, pengennya kalo bisa kuliahnya di salah satu negara di Eropa, kalo gak Jerman, Inggris, Belanda. Ato palingg nggak bisa jalan-jalan ke sana suatu saat. Semoga saja ada jalannya kelak. Amin…. Sepertinya saya harus nyari buku ini di toko buku, berhubung kemarin cuma minjem dari ponakan. Mudah-mudahan stoknya masih ada,hehehe….Dan buat teman-teman yang tertarik, silakan cari ke toko buku terdekat…Selamat membaca… ^_^