Here is, Your Lifeline…

“…dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS 2: 216)

 

“Bukannya kamu nda mau jadi PNS, mhie?” Begitulah pertanyaan yang terlontar dari beberapa orang teman selepas pengumuman kelulusan saya bulan Desember kemarin. Yah, seperti cerita saya di sini, saya memang tidak pernah punya cita-cita menjadi abdi negara. Bukan karena membenci profesi yang satu itu, tidak juga karena gajinya lebih kecil daripada pegawai BUMN atau swasta. Toh, masalah salary bukan hal utama. Hanya saja, menjadi PNS sudah menjadi semacam kultur dalam keluarga saya. Berhubung saya orangnya suka keluar track, rasanya kurang  seru saja kalo hidup kita begitu mudah ditebak. Lahir, bayi, balita, anak2, TK, SD, SMP, SMA, kuliah, wisuda, jadi PNS, menikah, punya anak, punya cucu, dan wafat, begitulah siklus kehidupan orang-orang di sekitar saya selama ini. Saya hanya tidak ingin sekedar melakukan sesuatu hanya karena orang lain melakukan hal yang sama. Saya hanya ingin mencoba jalan yang berbeda dan melihat sejauh mana diri saya bisa berkembang dengan kemampuan saya sendiri. Tanpa campur tangan keluarga besar saya tentunya.

Tapi kenyataannya, hidup memang tidak pernah bisa ditebak. Memang selalu ada pilihan, tetapi terkadang pilihan yang tersisa hanyalah menerima apa yang ada, atau tidak mendapatkan apapun. Mungkin itulah yang terjadi pada saya. Setelah setahun berjuang, terlunta-lunta, keluar masuk perusahaan dan instansi, tes di sana-sini, sampai sempat putus asa. Lalu  idealisme itu saya tanggalkan juga dan mencoba  setiap kesempatan yang ada saja.  Sampai akhirnya saya lulus CPNS di salah satu instansi pemerintah. Who knows? Mungkin inilah jalan hidup saya. Jawaban dari semua doa saya setahun kemarin. Yah, kita memang tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, karena terkadang Tuhan memberikan yang jauh lebih baik. Karena DIA Maha Tahu, DIA lebih tahu apa yang kita butuhkan, lebih dari sekedar apa yang kita inginkan. Sedangkan mata manusia kita punya kemampuan terbatas untuk melihat hal itu.  Jadi teringat sebuah kalimat yang saya baca di novel Dealova jaman masih SMA :

“If you can’t have the one you love, just love the one you have…”

Sepertinya ungkapan ini berlaku untuk semua hal, termasuk pekerjaan. Daripada terus menyesali apa yang tidak bisa kita dapatkan,bukankah lebih baik belajar menerima dan mencintai apa yang kita punya saat ini?

Terlepas dari apa yang orang bicarakan mengenai bobroknya institusi pemerintah dan pekerjanya selama ini: tukang makan gaji buta, cuma menghabiskan duit negara, kerja tidak optimal, belum lagi sistemnya yang berbelit-belit, dan berbagai macam kasus korupsi, dan sebagainya, dan sebagainya. Lagi-lagi teringat dengan omonngan Daus di Negeri Van Oranje, “..kalo semua orang hanya  bisa protes, lalu siapa yang akan memperbaikinya?” Kalo semua orang yang masih punya ‘akal sehat’ di negara ini ogah jadi CPNS, lalu siapa lagi yang akan memperbaiki sistem pemerintahan yang amat sangat carut marut ini?  Meski memang, itu bukan hal yang mudah. Tapi setidaknya bisa memulai minimal dari memperbaiki diri sendiri. Yah, mudah-mudahan kelak saya bisa jadi abdi negara yang baik, yang datang dan pulang kantor sesuai jadwal, yang bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan bangsa*bukannya ngerumpi*hehehe….Amin, amin.

Dari hal ini, saya banyak belajar tentang kata ‘menerima’. Bahwa ternyata kata itu tidak selamanya menyenangkan.  Tapi akan menjadi sangat berarti ketika kita telah berusaha, berdoa, dan terus bersabar. Setidaknya saya bisa benar-benar membuktikan kemampuan saya, mendapatkan sesuatu tanpa campur tangan keluarga terutama orang tua*kecuali doa tentunya*. Setidaknya, saya jadi pegawai di kementrian pusat*walaupun penempatannya juga belum jelas*, bukan jadi pegawai pemda seperti  keinginan ortu pada awalnya. Dan setidaknya, seragam saya bukan warna cokelat keijo-ijoan itu, tapi warna biru*favorit saya*, heheheh. Intinya, mari bersyukur untuk segala sesuatu yang kita punya. Semoga anugerah yang Tuhan berikan bisa menjadi berkah dan bermanfaat , tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga sesame manusia. Amin.

 

Gambar dicuplik dari sini