Book for Life

images

Mungkin masih banyak yang tidak  tahu kalau tanggal 23 April kemarin diperingati sebagai Hari Buku sedunia. Tidak seperti hari-hari besar dunia lainnya, seperti hari AIDS, hari bumi, dll yang lebih populer dan diperingati dengan berbagai kegiatan. Di negara kita, hari buku ini masih sepi dari publikasi dan kampanye. Hanya sebagian kecil orang, yang memang memiliki passion terhadap buku, yang memperingatinya. Well, saya pun sempat lupa sepanjang siang kemarin. Pas baca tretnya Icha sorenya, barulah saya ngeh kalo ini hari Buku Sedunia*dasar pecinta buku abal-abal*. Karena penasaran, saya pun browsing artikel-artikel mengenai Hari Buku ini

 

Hari Buku Sedunia itu apa sih?

Hari Buku Sedunia atau Hari Buku dan Hak Cipta sedunia adalah perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh UNICEF untuk mempromosikan gerakan membaca, publishing dan hak cipta. Konon awalnya berasal dari peringatan St. George di Catalonia, Spanyol. Pada hari itu biasanya orang memberikan mawar pada orang yang disayangi, oleh karena itu hari ini disebut juga The Day of Rose. Namun sejak tahun 1926, tradisi memberi mawar ini digantikan dengan buku, sekaligus sebagai penghormatan terhadap Miguel de Cervantes–pengarang Don Quixote yang dianggap novel modern pertama di dunia–yang wafat pada 23 April 1923.  Selain Cervantes, ternyata banyak  sastrawan besar yang lahir dan wafat pada hari itu, termasuk sastrawan Inggris, William Shakespeare. Maka pada tahun 1995, UNESCO menetapkan hari ini sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.[Sumber : Wikipedia]

Di berbagai belahan dunia misalnya di London, seperti yang diberitakan di sini, hari Buku dirayakan dengan membagi-bagikan buku gratis kepada masyarakat. Demikian halnya di negara-negara lain. Sayangnya kecintaan terhadap dunia literasi di negara kita masih sangat kurang, tingkat minat baca pun masih rendah dibandingkan dengan minat terhadap media lain seperti televisi dan ponsel. Harga buku yang sangat mahal menjadikan buku masih serupa dengan barang mewah yang hanya bisa dinikmati segelintir orang. Hal ini semakin diperparah oleh kurangnya dukungan pemerintah terhadap dunia literasi. Pajak buku tinggi, biaya produksi di penerbit tidak sebanding dengan pendapatannya. Jumlah penulis pun masih sedikit. Padahal buku tidak bisa dilepaskan dari budaya dan peradaban suatu bangsa. Beruntung, masih ada komunitas masyarakat yang sadar pentingnya peran buku dan meningkatkan minat baca bagi kemajuan bangsa, misalnya Gerakan Indonesia Menyala yang dirintis oleh Anies Baswedan, Bakti Bagi Negeri oleh PT. Telkom, dan komunitas muda lainnya.

What Book Means to You?

Agak menggelikan buat saya ketika seorang teman sempat nyeletuk begini..”Kamu masih sempat membaca ya, Mi…Saya sudah tidak ada waktu lagi buat membaca.” Kenyataannya, kita  semua selalu punya waktu luang, hanya saja waktu luang itu mungkin lebih banyak kita alokasikan untuk nonton TV, ngobrol yang tidak penting, atau ngutak-atik smartphone. Kalau memang ada niat, pasti ada waktu. Orang-orang besar seperti presiden, menteri-menteri, penulis, dan public figure lain yang jadwal hariannya super ketat masih sempat membaca buku, masa kita yang hanyapegawai biasa sampai tidak punya waktu sedikitpun buat membaca? It’s nonsense.

Saya sendiri sejak kecil sudah suka membaca. Hal ini menurun dari Bapak saya yang memang suka sekali membaca. Dengan gaji pas-pasan sebagai guru agama dan harus menghidupi 5 orang anak, beliau masih bisa langganan koran dan membeli berbagai buku, untuk memenuhi kebutuhan membacanya. Dan saya pun ketularan suka baca. Waktu SD, saya lebih banyak membaca buku pinjaman dari perpustakaan sekolah, komik dan buku cerita milik kakak saya, juga beberapa buku milik Bapak. Pas SMP-SMA, saya selalu berusaha menyisihkan uang  jajan sedikit demi sedikit untuk beli buku, meminjam dari teman atau menyewa dari Perpustakaan OSIS di sekolah asrama saya waktu itu. Buku sudah menjadi bagian dari hidup saya. Walaupun semangat membaca itu juga naik turun. Kadang bisa membaca satu buku tebal hanya dalam dua hari, kadang juga butuh berminggu-minggu hanya untuk menamatkan buku setipis 200 halaman. Bacaan saya pun beragam, mulai dari novel, buku agama, biografi, buku pengembangan diri, dan sebagainya, tergantung mood baca. Kalau soal koleksi, memang kebanyakan novel.  Saya memang belum bisa dikategorikan sebagai kutu buku, karena membacanya masih bergantung mood. Tapi yang jelas, bagi saya buku itu adalah teman, harta saya yang paling berharga. Selama masih ada buku untuk dibaca di sekeliling saya, maka saya tidak akan merasa kesepian.

Suatu saat, saya bermimpi akan punya rumah buku, di mana saya bisa menyediakan bacaan buat orang yang membutuhkan. Ingin sekali melihat orang-orang, terutama anak-anak di sekitar saya jadi gemar membaca. Daripada menghabiskan banyak waktu di depan tivi dengan acara yang kebanyakan merusak generasi muda, akan lebih bermanfaat jika kita membaca buku.

Kontes Buku

Oh iya, semalam saya iseng bikin kuis di Plurk buat bagi buku. Pertanyaannya simpel, seperti heading sebelumnya…Apa arti buku bagi Kamu? Menurut kamu mengapa membaca itu perlu? Cuma pengen tahu, seberapa besar arti buku buat anak muda di jaman sekarang. Dan ternyata tidak banyak yang menjawab pertanyaan ini. Mungkin pada dasarnya tidak banyak yang tertarik dengan hadiah buku, tidak seperti kuis lain dengan hadiah-hadiah lebih menarik. Berikut saya kutip(dengan perubahan seperlunya) jawaban-jawaban yang dimuat di tret saya :

Dari dulu memang suka baca apa saja, bukan cuma buku. Klo untuk orang seumuran saya, membaca buku itu bisa melatih otak biar bekerja terus, tidak mudah pikun, menghilangkan stress….Baca buku juga membantu otak agar terpenuhi dengan hal-hal positif, dibandingkan harus nonton inpotemen, nonton sinetron ndak jelas, waktu yang dihabiskan sama, tapi manfaatnya sungguh jauh berbeda. Dari sudut pandang seorang ibu, baca buku itu WAJIB. Karena yang namanya ibu harus lebih dahulu paham apa-apa saja yang harus diketahui oleh anak. Baca buku itu juga bisa membantu memberikan stimulasi pada otak, yang jika diberikan secara teratur bisa membatu otak untuk tetap tumbuh dan berkembang. Karena tidak semua hal bisa dicari di Google, tapi justru bisa ditemukan di buku. Banyak baca buku bisa bikin kita kaya perbendaharaan kata, gaya menulis, dsb yg memudahkan kita untuk menulis. Karena untuk bisa menulis, kita harus bisa baca. Jadi arti buku bagi saya adalah makanan otak (Ama)

Klo guruku bilang buku itu jendela dunia..klo putri bilang setiap buku itu adalah tumpukan lembaran kertas yang berisi tinta lalu dikemas cantik dengan balutan plastik ketat. Buku itu persegi panjang yang satu sisinya di ikat erat dan sisi lain dibiarkan terurai… Punya mejik yang Kadang bikin ketagihan kadang bikin ngantuk kalau sudah terbuka. Buku itu kayak film yang punya alur…punya klimaks punya nama…punya arti…punya makna punya pertanyaan…dan punya orang. Sebenarnya dari dulu tdk begitu doyan baca buku… Malah cuma beberapa judul yang pernah dibaca, trus pas kuliah dituntut membaca yang lebih ilmiah.. Awalnya susah tp karena sdh punya genre bacaan jd lebih enak. (Putri)

Buat saya baca buku bisa memaksimalkan semua indra dan emosi.. Saya bisa melihat objek, menciumi bau, mengecap rasa, mendengar suara, merasakan sentuhan dan mengalami banyak emosi dalam satu pengalaman membaca..(Indhi)

Buku buat sy sperti nutrisi buat jiwa & otak. Membaca buku akan membuat kita tetap “aware” bahwa kita berada pada dunia yg terus berkembang (Illa)

Buku itu kayak manusia, masing-masing punya cover(pd manusia dsebut tampilan luar), plot (pd manusia dsebut pola pikir/sudut pandang), genre buku (pd mnusia dsebut hobi/kesukaan), gaya bahasa (pd manusia dsebut cara berkomunikasi). Yang membedakan buku dengan manusia, semua buku dengan tulus membagi ilmunya kepada setiap pembacanya (nassami karena tidak bisaji bicara), beda dgn manusia yang tidak kesemuanya mampu tulus berbagi ilmu. Coba bertanya pada diri sendiri, pernahkah ada orang yang ingin belajar dari kamu mengenai suatu hal dan dirimu dengan ikhlas mengajarkannya karena Allah SWT, tanpa mengharap balasan, meskipun itu hanya pujian ? Membaca itu perlu, karena ada kenikmatan tiada tara dari setiap proses penjelajahan lembar yang satu ke lembar lainnya. Jika sudah terlebih dahulu mengetahui isi buku, alur ceritanya, gaya bahasanya, bahkan endingnya (baca : spoiler) dari orang lain pasti akan kurang greget mendalami buku itu, jadi ogah2an membaca. Yang ada malah membaca hingga tamat buku tsb hanya menjadi suatu keperluan bukan kebutuhan. ‘Chemistry’ terhadap buku itu sendiri yang berupa rasa penasaran untuk menikmati lembar per lembar pun tidak sesempurna jika kita memang tidak tahu dari awal. Mirip2lah seperti membaca karakter manusia, memang lebih mudah mengakrabkan diri dengan orang tersebut kalau dari awal sudah diketahui bagaimana isi kepalanya, pola pikirnya, kesukaannya, bahkan karakternya. Tapi ada hal yang kurang greget dan tidak bisa muncul begitu saja kalau kita tahu dari awal yakni ‘Chemistry’. Chemistry, yang dibangun dan dirasakan bolehlah dijamin kalau tidak akan tidak lebih alami daripada menjalin hubungan dengan orang yg memang dikenal dari nol (perkenalan sederhana). Respon mengenai buku yang dianalogikan dengan manusia tersebut berdasarkan pengalaman pribadi.(Ica)

Buku itu langit kata-kata. Tempat ilmu-ilmu beterbangan yang meminta untuk ditangkap, lalu diterjemahkan menjadi pengetahuan baru.(Riani)

karena membaca buku seperti menjelajahi dunia baru. dunia kata kata (Ifah)

Dari semua jawaban di atas, hampir semua saya sukai. Hanya entah kenapa, saya paling suka jawaban dari Indhi yang singkat, padat, tapi mengena. Dengan membaca, kita mengajak semua indra kita bekerja, otak kita menjalankan fungsinya, dan emosi yang ada dalam diri jadi terasah. Buku seperti jendela, di mana kita bisa melihat segala sesuatu yang ada di luar sana tanpa harus ke mana-mana. Buku seperti pintu ajaib milik Doraemon, yang bisa membawa kita menjelajah dan berpetualang jauh bersama imajinasi kita. Dan buku adalah makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh  jiwa dan otak kita. Begitulah makna buku dan manfaat membaca yang berbeda-beda bagi semua orang. Jadi, apa arti buku buat kamu?

*Gambar dari sini