Biru, biru, biru

[Tulisan ini diikutkan dalam #8MingguNgeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat]

 

Entah sejak kapan aku tertarik padanya, mungkin sejak bertahun-tahun silam. Memandangnya terasa begitu menyejukkan dan memberi ketenangan. Hingga akhirnya aku mencintainya setengah mati dan tak bisa lagi lepas darinya…

Begitulah perasaan saya pada biru. Warna yang satu ini begitu menarik perhatian saya. Sudah lupa kapan tepatnya saya mulai menyukainya. Seingat saya, waktu kanak-kanak dulu kebanyakan baju saya warna merah muda, tertular dari mama yang pecinta merah muda. Ketika masuk sekolah asrama pas SMP pun, mama membelikan barang-barang yang semuanya seragam warnanya, warna pujaannya pastinya.  Begitu beranjak besar, saya mulai membenci warna ini karena terkesan manja, bukan saya banget. Saya pun mulai menyukai laut dan suka berlama-lama memandang langit. Mungkin dari situlah asal-muasal perasaan suka saya pada warna biru.

Setelah itu, saya menjadi pecinta yang fanatik. Setiap kali membeli barang, mulai dari yang besar sampai yang kecil-kecil semua mesti biru. Kalau lagi hunting sesuatu, pasti nyari yang biru dulu, kalau tidak ada sama sekali barulah saya memilih warna lain. Itupun kalau lagi benar-benar butuh, kalau tidak saya lebih memilih pulang dengan tangan kosong.  Kalau menemukan pakaian atau aksesoris yang warna biru, bawaannya gatal pengen beli. Jadinya isi kamar dan lemari saya didominasi oleh warna biru.

Sebagian gadget dan pernak-pernik biru...
Sebagian gadget dan pernak-pernik biru…
Penampakan Biru di Kontrakan...
Penampakan  di Kontrakan…

 

Sepertinya jodoh…

Waktu kelar kuliah dulu, saya pernah melamar kerja di salah satu bank berseragam biru. Sempat tercetus dalam hati, “ Ya Allah, saya ingin sekali memakai seragam biru itu..” Ternyata saya memang jodoh dengan warna ini. Walaupun Allah tidak memberi saya rejeki untuk bekerja di bank tersebut, tapi saya tetap mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai dengan seragam berwarna biru. Artinya doa saya tetap dikabulkan, meski dengan cara lain.

Me and my uniform
Me and my uniform

Lain lagi ceritanya waktu nikah. Sejak dulu saya sudah membayangkan akan mengenakan baju bodo (baju adat bugis) berwarna biru saat menikah. Karena rentang waktu dari lamaran sampai hari-H sangat singkat, sedangkan saya berada jauh dari kampung halaman, saya memasrahkan segala tetek bengek pernikahan ke keluarga. Saya menyampaikan keinginan saya memakai baju biru pada saat resepsi, karena pada saat akad biasanya keluarga kami mewajibkan kebaya putih supaya terasa sakralnya sebuah pernikahan. Awalnya keluarga sudah menyetujui permintaan saya, cek per cek ternyata dua minggu lalu tetangga yang nikah resepsinya pake baju yang sama, di tempat sewa yang sama pula. Mama tidak setuju dan menyarankan untuk memilih warna lain. Akhirnya resepsi nikah saya memakai baju bodo kuning emas. Untuk mengatasi rasa kecewa saya, baju birunya dipake saat Marola (mengantar pengantin ke rumah mempelai pria) di hari kedua.  Oke, saya setuju dengan keputusan itu. Sampai beberapa hari kemudian, dari pihak mempelai pria minta ganti warna karena di pernikahan adik dari calon mempelai pria sebelumnya mereka mengenakan warna biru. Calon kakak ipar saya waktu itu minta agar kami mengganti warna baju menjadi merah marun, sesuai dengan kain seragam yang telah mereka beli. Tapi karena waktu sudah mepet, dan saya tetap berkeras dengan warna biru, akhirnya keinginan saya mengenakan baju bodo biru terwujud juga 😀

Baju Bodo Biru...
Baju Bodo Biru…

Biru dan karakter….

Kata orang, kita bisa membaca karakter seseorang berdasarkan warna favoritnya. Ketika mencoba googling dengan keyword “karakter berdasarkan warna”, saya menemukan ada banyak sekali artikel membahas hal ini.  Tiga di antaranya saya kutip sebagai berikut:

Biru, biasanya termasuk tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Selalu mengharapkan kedamaian dan ketenangan, memiliki kesulitan dalam pergaulan. [gemintang.com]

Biru menandakan kewajiban, refleksi, dan introspeksi. Biru memang warna yang lembut dan menenangkan, seperti langit yang membuat orang-orang merasa nyaman memandangnya. Orang yang setia menyukai warna biru. Mereka juga sering cemas terhadap sesuatu dan susah untuk rileks.[merdeka.com]

Biru si pelaku kebajikan, kepribadian diri yang satu ini mewakili sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati, pengorbanan diri, kesetiaan, ketulusan, dan disiplin diri. Si biru ini sepertinya dikaruniai sifat-sifat ini secara alamiah. Mereka menghargai kreativitas, komitmen dalam hubungan, dan prestasi dengan disiplin. Mereka sangat komit, luar biasa setia, dan anggota masyarakat yang sopan. Mereka berpendirian sangat teguh dan pesaing tangguh untuk dihadapi kepribadian mana pun, karena pada intinya mereka mendasarkan semua pendapat pada emosi dan prinsip moral. Kepribadian manusia yang berwarna biru ini seperti pedang bermata dua secara emosional. Dalam sisi positif, mereka pemberi dan simpatik. Di sisi negatif, mereka dapat sulit memaafkan dan sangat sensitif. Ciri yang paling menojol dari kepribadian ini adalah depresi. Biru adalah gudang depresi. [kajianpsikologi.blogspot.com]

Beberapa ciri yang disebutkan di atas memang mirip sekali dengan diri saya. Pemurung, pasif, mencintai ketenangan, sulit bergaul, sering cemas terhadap sesuatu, dan lima kalimat terakhir pada kutipan terakhir itu yang paling mengena; biru itu pemberi dan simpatik, tapi di satu sisi juga sulit memaafkan dan sensitif, serta mudah depresi. Entah artikel-artikel ini adalah hasil observasi terhadap beberapa individu, atau hanya sekedar cocoklogi seperti ramalan bintang. Mungkin warna yang kita sukai memang mempengaruhi diri kita secara psikologis. Atau sebaliknya, karakter yang ada dalam diri kitalah yang menyebabkan kecenderungan terhadap suatu warna tertentu. Misalnya orang yang periang menyukai warna terang seperti merah, kuning, orange, dan sebaliknya orang yang pendiam lebih suka warna kalem seperti biru, atau putih. Setidaknya bagi saya biru adalah cermin kepribadian saya. Bisa jadi hal ini juga berlaku bagi kebanyakan orang.

So, I’m all about blue…Jadi, apa warna favoritmu, teman?