Barongko Ala Mama

DSC_0255

Selain terkenal dengan makanan berkuah yang menjadi tujuan wisata kuliner, Makassar juga terkenal dengan penganan dan kue tradisionalnya yang manis-manis. Beberapa di antaranya terbuat dari pisang, sebut saja pisang ijo, pallu butung, dan pisang epe’. Selain ketiga penganan pisang yang paling terkenal itu, juga ada kue tradisional yang namanya Barongko. Kue ini terbuat dari pisang kepok matang yang dicampur gula, santan dan telur, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Kue ini bisa dibilang favorit dan selalu dicari di setiap acara pernikahan Bugis-Makassar. Terutama di keluarga saya. Setiap ada acara-acara besar seperti pernikahan, aqiqah, atau bahkan hanya arisan, pasti Barongkonya tidak ketinggalan. Saking seringnya bikin barongko, nama mama sudah identik dengan Barongko bagi keluarga dan teman-teman saya.

Barongko buatan mama memang khas dan rasanya pas. Beberapa orang yang sudah sering mencicipinya bahkan jadi fans garis keras, tidak mau makan Barongko lain selain buatan mama. Saya jadi sering ditanyai apa rahasia resep Barongko Mama sampai bisa seenak itu. Jadinya, kepikiran buat sekalian nulis resepnya di sini, biar lain kali lebih gampang sharing resepnya kalau ada yang minta lagi, hitung-hitung promosi blog, hehehe

So, here is the recipe :

(takarannya bisa menggunakan wadah apa saja, bisa gelas, cup, mangkuk, dll yang penting konsisten pake satu wadah yang sama)

BAHAN :

2 takaran pisang kepok matang (pisang yang sudah dikupas, buang bagian tengahnya yg berwarna hitam, benyek-benyek dengan sendok atau gelas lalu ditakar)
3 takaran santan
1 takaran gula pasir(sesuaikan dengan kematangan pisang, kalau terlalu matang bisa dikurangi dikit)
1 takaran telur
Vanili bubuk secukupnya
Garam sejumput
Pewarna kuning telur (bisa diskip)

Caranya :
1. Didihkan santan, beri sejumput kecil garam, sisihkan
2. Kocok telur dan gula hingga gula larut, bisa pakai whisk atau mixer kecepatan rendah
3. Blender pisang bersama sebagian santan, jangan terlalu halus agar tekstur pisangnya masih terasa
3. Campur kocokan telur dan pisang yg sudah diblender, aduk rata.
4. masukkan sisa santan, tambahkan vanili bubuk dan pewarna kuning
5. Bungkus dg daun pisang atau tuang ke loyang, kukus hingga matang atau daun berwarna cokelat

PS: kalau pakai loyang, sebaiknya kurangi santannya setengah sampai satu takaran, biar ga hancur pas disendok

Selamat Mencoba!